Kesenian Maros

Kesenian Maros

KESENIAN MAROS, MENGENAL KEINDAHAN SENI BUGIS – MAKASSAR

Kabupaten Maros tidak hanya menawarkan berbagai obyek wisata alam, tetapi juga menawarkan seni budaya yang tidak kalah menarik untuk disaksikan. Seni budaya Maros akan membuka wawasan kita tentang khasanah kesenian dan kebudayaan tradisional Suku Bugis dan Suku Makassar. Berikut beberapa kesenian yang masih eksis di Kabupaten Maros:

Tari Apalili

Merupakan tarian uyang dimainkan oleh 3 orang pria dan 6 orang perempuan untuk menyambut datangnya musim tanam padi, diawali dengan musyawarat adat, kemudian dilakukan pembersihan dan perbaikan alat pertanian untuk menenam, serta diiringi oleh tabuhan gendang dan pui-pui.

Tari Bunting Berua

Sebuah tradisi seni tari yang diciptakan untuk menyemarakkan pesta adat perkawinan Suku Bugis – Suku Makassar. Tarian ini memberikan suasana gembira dan bahagia bagi kedua mempelai dan segenap keluarga. Tari Bunting Berua biasanya khusus dipersembahkan di acara perkawinan sebuah keluarga terpandang/bangsawan. Tarian ini dimainkan oleh 5-7 orang putri, alat musik yang digunakan adalah kecapi, suling, gendang, gong, katto-katto, dan anak baccing

Tari Ganrang Bulo

Merupakan sebuah pertunjukan kesenian berupa tari dengan perpaduan musik dan tutur kata. Nama “Ganrang Bulo” berarti gendang dari bambu. Tari ini mengungkapkan kritikan dan dikemas dalam bentuk lelucon atau banyolan. Tari Ganrang bulo ini dimainkan oleh beberapa laki-laki. Tarian ini biasanya dimainkan dalam kegiatan-kegiatan rakyat Suku Makassar. Tidak ada gerakan baku dalam tarian ini, yang pasti para penari akan berputar-putar melakonkan beberapa gerakan jenaka demi mengundang tawa penonton, 

Tari Ma’raga/Paraga

Tarian ini adalah atraksi yang menampilkan kelihaian dan keterampilan dalam memainkan bola Raga (bola takraw). menggunakan varisai gerakan yang tidak biasa. Seperti memainkan bola sambil di soppo (menaiki pundak rekannya/bopong) atau memasukkan raga ke dalam passapu (kain pengikat kepala yang berbentuk segitiga) tanpa menyentuh bola menggunakan tangan. Tarian ini dimainkan oleh 6 (enam) orang laki-laki menggunakan pakaian adat yang diiringi oleh instrumen musik adat berupa gendang, gong dan pui’-pui’. Tarian ini dilaksanakan pada acara tertentu seperti pesta panen, menyambut tamu, dan lain-lain.

Tari Mappadendang/Padendang

Tarian ini dilakukan dalam upacara Mappadendang dalam rangka menyatakan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena keberhasilan panen. Tarian ini dilakukan dengan mengelilingi lesung sambil memegang alu/antan. Setelah beberapa gerakan tarian maka dimulailah acara “Mappadendang” yaitu dengan memukulkan ujung alu pada pinggiran lesung secara bergiliran dengan irama tertentu, bergembira, dan bersemangat. Tarian ini dimainkan oleh 4 pria dengan 6 wanita yang memakai pakaian adat, Passapu (untuk pria) dan Baju Bodo (untuk wanita). Adapun musik pengiringnya dimainkan dengan alu dan lesung berisi padi yang ditumbuk.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *