Benteng Fort Rotterdam, Menilik Sejarah Makassar

Benteng Fort Rotterdam, Menilik Sejarah Makassar

BENTENG FORT ROTTERDAM,  MENILIK SEJARAH MAKASSAR

Liburan memang menjadi moment yang paling dinantikan bagi sebagian besar orang, sudah berencana berlibur ke mana tahun ini? Jika kebetulan Anda merencanakan berkunjung ke Makassar, jangan lupa juga untuk singgah ke Benteng Fort Rotterdam yaa… Benteng kebanggaan masyarakat Makassar dan sekitarnya. Sebagai bangunan peninggalan bersejarah pengingat bagaimana perjuangan masyarakat Makassar untuk melawan penjajah di masa lampau.

Benteng Fort Rotterdam terletak di Jalan Ujung Pandang No 1 Kota Makassar. Benteng yang memiliki gaya arsitektur khas tahun 1600-an ini berlokasi dekat dengan Pantai Losari, berjarak sekitar 2 km. Dari Bandara Sultan Hasanuddun, Anda hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit dengan menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju tempat ini. Sedangkan jika dari Pelabuhan Soekarno Hatta, waktu yang diperlukan untuk menuju tempat ini hanya sekitar 15 menit.

Fort Rotterdam Makassar merupakan benteng yang paling megah di antara 17 benteng yang dibangun mengitari Kota Makassar. Ketebalan dindingnya mencapai 2 meter dan dengan tinggi mencapai 5 meter, menjadikan benteng ini sangat mencolok terlebih dengan bangunannya yang berwarna hitam membuat tempat ini sangat mudah ditemukan. Pintu dengan tinggi mencapai 3 meter akan menjadi pintu gerbang yang menyambut Anda untuk mengeksplore lebih jauh ke dalam kawasan benteng.

Benteng Form Rotterdam dibangun pada tahun 1545, oleh Imanrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’ Risi’ Kallonna yang merupakan Raja Gowa ke-9. Fort Rotterdam disebut juga Benteng Ujung Pandang, sedangkan  Masyarakat Gowa menyebut benteng ini dengan sebutan Benteng Panyyua, karena bentuk keseluruhannya yang menyerupai seekor penyu yang menuju ke arah pantai. Dahalu benteng ini difungsikan sebagai markas pasukan Kerajaan Gowa ketika melawan Belanda. Perubahan nama Benteng Ujung Pandang manjadi Benteng Fort Rotterdam dilatarbelakangi oleh penandatanganan perjanjian Bungaya antara Kerajaan Gowa – Tallo dengan Belanda.

Di bagian dalam Benteng Fort Rotterdam, terdapat taman juga Museum La Galigo, museum yang berisi koleksi benda bersejarah masyarakat Sulawesi, dari zaman prasejarah hingga kebudayaan modern masyarakat Makassar pun turut ditampilkan. Di dalam museum juga terdapat model rumah adat dalam maket, lengkap dengan penggambaran mata pencaharian masyarakat Makassar yang sebagaian besar adalah pelaut, hal tersebut digambarkan dengan miniatur Kapal Phinisi.

Yuk berlibur sambil belajar sejarah di Benteng Fort Rotterdam Makassar, sambil menyelam minum air. Tidak hanya merefresh otak dari kepenatan, namun juga menambah pengetahuan Anda tentang sejarah, khsusnya sejarah perjuangan panjang masyarakat Makassar.

One thought on “Benteng Fort Rotterdam, Menilik Sejarah Makassar

  1. Pingback: Paket Wisata Makassar One Day Phinisi – paket wisata makassar, paket tour makassar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *